Rumahku

Merubah rumah sederhana menjadi surga keluarga

Berkebun jadikan rumah mungilku sehat

Posted by okayacool on 18 Nopember 2010

Setelah berkeluarga, aku putuskan untuk membeli sebuah rumah yang tergolong kecil atau mungil, type 36/72, dengan pekarangan yang seadanya. Aku memiliki hobi berkebun yang susah sekali untuk dihilangkan, jadi meski pekaranganku sempit, aq tetap mencoba mencari cara untuk menyalurkan hobiku. selain itu impianku yang lain adalah menjadikan rumah mungilku sehat dan cantik.

vertikultur1Setelah membaca beberapa buku tentang berkebun aku tertarik untuk mencoba konsep vertikultur. Vertikultur adalah cara pertanian yang hemat lahan. Sangat cocok diterapkan di daerah permukiman padat.  Kata vertikultur diambil dari bahasa Inggris, verticulture yang merupakan penggabungan dua kata, vertical dan culture. Pengertiannya adalah suatu cara pertanian yang dilakukan dengan sistem bertingkat. Mengolah tanah dalam sistem ini tidak jauh berbeda dengan menanam pohon seperti di sebuah kebun atau sawah.  Namun ada kelebihan yang diperoleh, yaitu dengan lahan yang minimal mampu menghasilkan hasil yang maksimal.

Caranya yaitu dengan membuat sebuah rak untuk menaruh tanaman. Tanpa harus menanamnya langsung pada lahan yang ada. Rak tersebut dapat terbuat dari kayu, papan atau bumbu. Beberapa bentuk bangunan dikombinasikan dengan bahan seperti seng atau aluminum persegi panjang. Kegunaannya yaitu untuk menaburi tanah, sebagai media tanam. Itu mirip dengan petak sawah atau kebun. Sejumlah pot bunga dapat pula dijejerkan di atas rak. Soal wadah pohon itu, tidak harus membelinya di pasar. Coba saja tengok ke gudang atau serambi rumah. Kaleng cat, bekas minyak pelumas, atau botol plastik minuman mineral yang sudah tidak terpakai, dapat dimanfaatkan.
Rak mudah ditaruh di mana saja sesuai keinginan. Bisa di halaman depan, samping, di atas tingkat, bahkan di dalam kamar sekalipun. Kerangka bangunan dibuat lebih tinggi untuk mencegah terendamnya tanaman oleh air.
Kreativitas di rumah bisa disalurkan dengan mengecat pot atau rak. Untuk menambah sentuhan seni yang lebih menarik. Dikombinasikan pula dengan aneka warna dari berbagai jenis tanaman. Boleh juga ditambah dengan pernak-pernik pot, seperti wadah air di bawahnya atau pot-pot gantung.
Selain tanaman hias, pohon obat juga baik sekali ditanam. Lumayan untuk menambah koleksi, lagi pula sangat bermanfaat. Jenis tapak dara, sambiloto atau pecah beling dengan mudah hidup di dalam pot.
Tidak itu saja, kombinasi tabulapot (tanaman buah dalam pot) akan menambah isi “kebun” lebih padat. Untuk mendapatkannya, silakan saja ke penjual tanaman. Bermacam-macam pohon yang kecil-kecil sudah berbuah banyak disediakan.

berkebun-di-area-bernaungan

Kini tak hanya impianku untuk menciptakan rumah mungil yang sehat tercapai sudah, bahkan dengan hobiku itu aku mendapatkan tambahan penghasilan, banyak tetangga bahkan orang dari jauh datang memesan tanaman hias untuk rumah mereka. Akupun berusaha untuk mengajak seluruh anggota keluarga untuk berperan didalamnya, berusaha mengajari mereka secara perlahan-lahan untuk menyukai aktifitas ini, karena pada intinya apa yang mereka lakukan akan membuat rumah mungil mereka menjadi sehat dan cantik.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


2 Responses to “Berkebun jadikan rumah mungilku sehat”

  1.   johan Says:

    antep!!!

  2.   abenk Says:

    mantap postingannya gan…….i like it….
    oia, klo AGAN-AGAN ingin mencari referensi atau paper tentang PERTANIAN
    (AGRONOMY ,HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN ,ILMU TANAH,SOSIAL EKONOMI PERTANIAN)
    KLIK DISINI GAN…terima kasih atas kunjungannya

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>